Perempuan Itu Rawanhiba

The modern woman is the curse of the universe. A disaster, that’s what. She thinks that before her arrival on the scene no woman ever did anything worthwhile before, no woman was ever liberated until her time, no woman really ever amounted to anything.”

Adela Rogers St. Johns

_________________________________________________

Aku dan teman baik akan ke Esplanade pada hari Sabtu ini untuk menyaksikan pementasan puisi oleh Djamal Tukimin yang bertajuk;

Perempuan Itu Rawanhiba,

Rawanhiba Itu Cinta.

______________________________________________

Sinopsis Pementasan:

Adakah wanita Melayu masa kini benar-benar bebas atau masih dibelenggui dengan budaya dan agama?

Soalan-soalan sebegini akan diketengahkan dalam puisi Djamal Tukimin, seorang penyair, penulis skrip dan penulis esei setempat, melalui lagu dan tari dalam produksi pelbagai genre ini.

Untuk butir-butir selanjutnya, sila ke lelaman;

http://www.esplanade.com/whats_on/programme_info/perempuan_itu_rawanhiba/index.jsp

 Tidak sabar rasanya untuk melihat pementasan ini.

Seorang penyair lelaki yang cuba mengungkapkan sentimen seorang wanita Melayu moden.

Hmm, perspektif seorang lelaki tidaklah serupa perspektif asli seorang wanita, bukan?

Ataupun aku yang tersilap?

 

Advertisements

About this entry